Gamelan Jawa Iringi Pernikahan Charlie - Ari
Aku merasa rada merinding ketika mendengar alunan bunyi gamelan Jawa saat menghadiri pernikahan sahabat baikku, Mas Charlie Martun (Charlie) dan Mbak Ardhanari Subagyo (Ari) di Auditorium Departemen Pertanian, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu malam, 5 Desember 2009. Begitu seringnya aku menghadiri resepsi pernikahan di gedung megah, tapi baru kali ini aku dapati pernikahan dengan iringan gamelan Jawa. Sebagai orang Jawa tulen, aku tentu merasa seperti berada di kampung sendiri ketika hadir di pernikahan Mas Charlie - Ari.
Di Ponorogo, kampungku, memang acara pernikahan masih lestari dengan gamelan Jawa. Sementara di Jakarta, seringkali pernikahan orang Jawa di ibukota ini dihibur oleh musik Organ tunggal. Di kampung-kampung sekitar Jakarta malah pakai musik dangdutan. Aduh! Makanya, gamelan Jawa di pernikahan Mas Charlie - Ari termasuk langka di Jakarta.
Herannya lagi, Mas Charlie itu kan wajahnya rada-rada Tionghoa - Chinese, gitu. Nggak ada wajah Jawa-nya sama sekali. Tapi tata rias dan busana pengantinya itu Jawa banget. Mereka berdua pakai adat pengantin Solo basahan. Ini makin melengkapi nuansa Jawa, selain hadirnya ‘live music’ berupa iringan gamelan Jawa lengkap dengan perangkat dan sinden-nya yang berada di sebelah kanan depan panggung pengantin.
Yang menarik, di lorong pintu masuk menuju auditorium, para tamu disambut sederet parade lukisan kartun Mas Charlie - Mbak Ari dalam berbagai gaya. Yang paling unik buatku, yang gambar kartun Mas Charlie membonceng Mbak Ari naik sepeda. Lucu aja, kesannya. Lagi-lagi mengajak bernostalgia pada cara bulan madu tempo doeloe. Hidangannya juga seru! Ada soto Makassar, ada juga menu unik, ‘martabak pengantin’ dan lain-lain.
Selamat ya, buat Mas Charlie dan Mbak Arie. Kami yakin pernikahan kalian berdua langgeng dan awet mesra hingga kakek-nenek. Setahuku, Mas Charlie itu murah senyum, penyabar dan pengertian. Selama bekerja satu kantor di Persda (Biro Jaringan koran daerah grup Kompas di Palmerah, Jakarta), aku nggak pernah tuh lihat Mas Charlie marah-marah. Dalam kondisi dihadapkan banyak pekerjaan pun, Mas Charlie tetap menebar senyum. Pokoknya sama sekali nggak ada potensi ‘KDRT’ sama sekali. He,he, sekarang kan lagi ramai berita KDRT di koran dan teve.
Entah kebetulan atau memang jodoh, Mbak Ari sendiri kayaknya juga kalem, penyabar dan murah senyum. Jadi klop-lah mereka berdua. Apalagi mereka berdua sudah saling kenal sejak lama saat sama-sama berkuliah di Universitas Indonesia. Sekali lagi selamat! Semoga segera dikaruniai momongan yang ganteng (kalau lelaki) dan cantik (kalau perempuan). Bukan cuma cakep lahirnya tapi juga akhlaknya. Amiin….
Jakarta, Selasa 8 Desember pukul 18.40 WIB Dari sahabat Agung Budi Santoso, dan keluarga abs_love@yahoo.com