‘Reuni Kecil’ STIBA Malang di Jakarta (2)
“ANAKMU wis piro, Gung?” tanya Migyanti pada saya, di ajang temu kangen para alumni STIBA Malang di Senayan City Mall Jakarta, Kamis petang 23 April 2009 lalu. Baru saja saya jawab, temen lain nanya hal yang sama.
“Anakmu piro,” pertanyaan itu selalu disodorkan teman-teman yang sudah lama nggak ketemuan. Akupun secara tak sadar menanyakan pertanyaan yang sama kepada temen-temen di saat reuni, entah reuni SD, SMP atau SMA. Aku heran, kok nggak ada yang nanya, “Bojomu wis piro…?” Ha ha haa… No, no, It’s just kidding..! Canda lageee…. Memang, secara naluri kita selalu pingin tahu kabar terbaru teman lama di saat reuni, entah itu kabar bagus atau menyedihkan.
Nah, di acara “Reuni Kecil-kecilan Alumni STIBA Malang” di Jakarta pekan lalu, mencuat juga kabar-kabar cerah dan kelabu. Kabar bagus, misalnya kita dengar info sukses teman-teman di berbagai kota. Aku denger, temen lamaku, Mas Triandi Suprihartono, usahanya cukup kinclong dalam mengelola restoran Jepang di Surabaya. Temen yang lain, Mas Ashlakul Umam (mohon maaf kalau ejaan namanya salah), kini sudah jadi ’selebritis properti’ di Jawa Timur. Analisa-analisa dan statemennya tentang dunia properti dan pasokan ruangan sering jadi berita menarik di Harian bisnis Indonesia dan Investor Indonesia.
Juga Mas Herry Winarno yang sukses ‘menaklukkan’ Pulau Batam. Tak sedikit pula yang cemerlang meniti karir di luar negeri. Thanks, God! Kampus kita tercinta, STIBA Malang, lumayan banyak menelurkan orang-orang sukses.. Ini sekaligus menandai bahwa Kampus Sawojajar punya peran besar dalam membangun negeri ini.
Karena itu, acungan jempol buat temen-temen Panitia Reuni Akbar STIBA Malang di Jawa Timur yang mengagendakan misi menyelamatkan kampus tercinta di ajang Reuni bulan Juli nanti.
Selain kabar gembira, terselip beberapa kabar duka juga. Sahabat baik seangkatan (angkatan 1991), Mohammad Syamsul Falah, kini tinggal kenangan. Aktivis Moeslem Study Club (MSC) yang rada pendiam tapi murah senyum itu sudah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah. Masih terngiang di memoriku tentang Syamsul Fallah yang selalu naik sepeda balap menuju kampus dan tak pernah lepas dari topi coklatnya itu… Rest in peace, friend!
Insya Allah, segala dosa diampuni, diterima semua amalmu, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Amiin… ya Robbal Alamiiin… Betapa sedihnya juga membaca cerita Mas Zainul Mujahid, yang menuturkan kondisi Mbak Hesti yang kini terbaring lemah karena sakit paru-paru basah dan liver. Sampai digambarkan bobotnya tinggal 30 Kg. “Hampir tinggal tulang, ” diskripsi Mas Zainul Mujahid di milis tercinta. Oh, My God…
Marilah kita berdoa buat kebaikan para sahabat yang terbaring sakit. Juga, mari doakan teman-teman yang sudah ‘mendahului’ kita. Jangan lupa mensyukuri sekaligus menjaga nikmat kesehatan, karena inilah nikmat paling berharga dalam hidup kita. Betapa mahalnya sehat, itu sering terlambat disadari ketika kondisi sedang sakit…
Inga-inga’ … Hindari stres, tidur pulas, banyak minum air putih, dan lari-lari kecil tiap pagi, cukup 15 menit saja asal konsisten tiap hari (biar peredaran darah lancar). Gampang kan?

Peace for all of you…
seneng banget bisa ikutan di site ini.Aku pengen ketemu dengan teman2 STIBA angkatan 90 juga mantan anggota senat yang pernah dikomandoi mas Heri Winarno…I miss Umam,Andy he..he..juga Abubakar