Penyakit Latah yang Sangat Mengganggu
Latah, Antara Lucu dan Risih
KALAU Anda penggemar gaya lawakan komedian Parto ‘Patrio’ tentunya sudah tidak asing lagi dong dengan gaya khas personel grup lawak Patrio itu yang sering berbicara latah?
Yup, selain kebolehannya memancing tawa, pemilik nama asli, Eddy Supono ini juga dikenal dengan penyakit yang suka berbicara latah. Tidak heran jika setiap kali tampil, Parto menjadi bulan-bulanan bahan ledekan terkait gaya latahnya itu.
Pria berkacamata itu mengaku tak ingat persis bagaimana awal mula penyakit latah ini menderanya. Yang dia ingat adalah, kebiasaan latah itu berawal dari rasa kaget ketika dia bersama personel Patrio jalan-jalan. “Sejak saat itu saya mulai kagetan, gara-gara diteriakin Akri dan Eko ada truk di belakang saya,” ujarnya.
Otomatis apa yang terjadi pada pemain OKB dan Opera Van Java ini menjadi ciri khas dalam penampilannya. Tidak jarang, teman-temannya iseng mengagetkan pria 47 tahun ini. Meski sering menjadi obyek penderita, Parto mengaku tidak bisa marah karena baginya itu juga menjadi salah satu ibadah menyenangkan orang. “Membuat orang senang itu kan ibadah, jadi senang aja bila ada orang yang ngagetin, biarpun sering jantungan juga, ” tambah Parto.
Bagi orang lain, gaya bicara latah Parto itu barangkali sedikit menjengkelkan. Soalnya sebagian orang menganggap semua itu dibuat-buat demi memancing tawa. Dengan kata lain, gaya ngomong latah itu dituding bukan sifat natural melainkan trik kesengajaan seorang pelawak untuk menyegarkan suasana. Namun Parto meyakinkan, bahwa semua itu terjadi begitu saja tiap kali ada orang lain menepuk pundaknya dari belakang secara tak terduga.(sis/*)
Latah, Kategori Penyakit Kejiwaan?
SERING mendengar orang latah? Mengeluarkan kata spontan secara berulang-ulang dengan tempo cepat pada saat terkejut? Bagi sebagian orang, latah mungkin lucu. Tapi bagi yang kurang suka, mendengar orang berbicara latah ikut merasa risih. Pasti sebagian besar dari kita bertanya-tanya, sebenarnya latah ini penyakit atau tren? Apakah latah itu sesuatu yang disengaja atau dibuat-buat?
Para psikiater menyebutkan, kebiasaan latah sebenarnya tergolong penyakit kejiwaan yang dipengaruhi budaya sekitar. Latah merupakan gangguan culture bond atau terikat dengan sistem budaya tertentu. Penderita latah sering menjadi bahan lelucon. Kalimat berulang?ulang atau melakukan gerakan yang sama disinyalir berasal dari gangguan fungsi pusat saraf, psikologis dan sosial. Kondisi ini bersifat hipersensitif terhadap kejutan mendadak yang diikuti ucapan kata secara otomatis dan spontan.
Beberapa penelitian menyebutkan jika gangguan latah banyak dialami kaum wanita usia lanjut dan yang masih melajang. Meski sebenarnya, juga tidak menutup kemungkinan untuk kaum pria dan kalangan muda yang lajang. Kebanyakan, kata-kata yang dikeluarkan oleh penderita latah ini umumnya kata-kata jorok terkait perilaku seksual, yang tidak lepas dari pemaknaan simbol-simbol seks. Terkadang simbol yang dipilih umumnya simbol dambaan yang akhirnya tanpa sadar meresap ke alam bawah sadar.
Latah juga bisa terjadi karena ada masalah emosi tidak terselesaikan yang ditekan ke alam bawah sadar. Sebagian orang menganggap bahwa latah adalah “penyakit menular.” Beberapa penderita mengaku “mengadopsi” latah tersebut dari teman atau lingkungannya. Awalnya buat gaya?gayaan, tetapi lama?lama jadi kebiasaan buruk. Sehingga sangat mungkin terjadi latah “menular.” Menurut beberapa psikolog, orang?orang latah biasanya adalah yang memiliki kebutuhan besar untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan. Karena berkaitan dengan masalah emosi, para penderita ini bisa disembuhkan dengan terapi.
Terapi psikologis diperlukan karena latah ini sangat terkait dengan tipe kepribadian tertentu. Kesembuhan penderita juga terkait dengan dukungan dari lingkungan. Menggoda atau mengagetkan mereka, sama sekali tidak membantu kesembuhan bahkan bisa memperparah keadaan. Latah bisa disembuhkan jika penderita latah itu masih remaja. Kalau sudah mengakar bertahun?tahun dan ia sudah lanjut usia, maka latah cenderung sulit disembuhkan.(sis/*)
Empat Jenis Latah
Anak-anak Sebaiknya Dilarang Meniru
KEBIASAAN latah bisa dalam bentuk perilaku dan ucapan. Karena itu, ada beberapa jenis latah yang mungkin sedikit berbeda dengan yang lain. Empat jenis latah itu yakni:
- Jenis Latah Ekolalia
Yakni mengulangi perkataan orang lain. Misalnya jika orang lain mengagetkan dengan kata. “Awas, anak kucing..!” Maka orang yang menderita Ekolalia itu akan mengucapkan secara berulang-ulang, misalnya “Kucing, kucing, kucing, kucing….!”
- Jenis Latah Ekopraksia
Yakni latah dalam bentuk meniru gerakan orang lain. Artinya ketika melihat orang lain bertingkah unik, tiba-tiba secara spontan sang Ekopraksia meniru-niru persis gerakan itu berulang-ulang.
- Latah Koprolalia
Yakni mengucapkan kata?kata yang dianggap tabu atau kotor. Jelas kategori latah seperti ini tidak pantas dicontoh, apalagi untuk anak-anak yang dalam tumbuh kembang. Berikan pengertian kepada anak-anak yang mendengar jenis latah seperti ini agar jangan sekali-kali menirunya.
- Latah Jenis Automatic Obedience
yakni melaksanakan perintah secara spontan saat terkejut. Misalnya, ketika penderita dikejutkan dengan perintah ’sujud’ atau ‘peluk’, maka ia segera melakukan perintah itu tanpa pikir panjang. Tentu saja tingkah seperti ini bisa membuat orang di sekitarnya bisa langsung tertawa ngakak. (sis)
Tiga Pemicu Munculnya ‘Penyakit’ Latah
TINGKAT risiko tertular penyakit latah antar orang yang satu dengan yang lain tentu tidak sama. Faktor pemicunya pun tidak sama. Berikut diantaranya:
- Faktor Pemberontakan
Dalam kondisi latah, seseorang bisa mengucapkan hal?hal yang dilarang, tanpa merasa salah. Gejala ini semacam gangguan tingkah laku. Lebih ke arah obsesif karena ada dorongan tidak terkendali untuk mengatakan atau melakukan sesuatu.
- Faktor Kecemasan
Gejala latah muncul karena yang bersangkutan memiliki kecemasan terhadap sesuatu tanpa ia sadari. Rata?rata, dalam kehidupan pengidap latah, selalu terdapat tokoh otoriter, bisa ayah atau ibu atau di luar lingkungan keluarga. Latah dianggap jalan pemberontakannya terhadap dominasi orangtua yang sangat menekan.
- Faktor pengondisian. Inilah yang sering disebut latah gara?gara ketularan. Seseorang mengidap latah karena dikondisikan lingkungan, misalnya gara?gara latah, seseorang merasa diperhatikan lingkungannya. Dengan begitu, latah juga merupakan upaya mencari perhatian. Latah semacam ini disebut latah gaul. (sis/*)
Solusi Pengobatan
Sembuh Hanya dengan Dua Kali Hypnotherapy
BIARPUN latah bukanlah masalah yang terlalu serius bagi penderitanya, namun bila dibiarkan cukup mengganggu kenyamaman pendengaran orang lain. Bahkan tak jarang pemilik sifat latah merasa malu dan sulit keluar dari perangai latah itu. Namun tiap masalah, tentu ada solusinya, termasuk masalah latah.
Dalam sekali atau paling banyak dua kali terapi, kebiasaan latah biasanya sudah hilang sepenuhnya. Karena dengan hypnotherapy bisa langsung menjangkau sumber kebiasaan latah, yaitu pikiran bawah sadar. Maka sangatlah mudah mengubah pola perilaku reflek, termasuk kebiasaan latah. Selain itu, penderita latah juga bisa diprogram pikirannya agar tetap tenang ketika mengalami peristiwa yang mengagetkan. Ada dua syarat yang harus dipenuhi penderita agar kebiasaan latahnya bisa dihilangkan dengan cepat dan hasilnya permanen. Dua syarat itu adalah:
- Klien benar?benar dengan kesadaran penuh bersedia berubah dari kebiasaan latahnya serta ingin bisa mengendalikan dirinya ketika kaget. Penderita harus ada keinginan dari sendiri untuk lebih berwibawa atau tidak ingin lagi menjadi obyek godaan serta bahan tertawaan teman?teman.
- Klien harus setuju untuk menganggap latah sebagai kebiasaan yang kurang baik dan merugikan diri sendiri. Kebiasaan latah akan sulit dihilangkan atau bisa saja kambuh sewaktu?waktu apabila klien menganggap menjadi latah itu lucu, menguntungkan dan menyenangkan. Misalnya karena alasan bahwa dengan menjadi latah maka dirinya akan diperhatikan oleh orang lain (sering digoda lebih tepatnya).
Dalam sesi hypnotherapy untuk klien latah, apabila klien telah setuju akan diberikan pemahaman dan sugesti kepada pikiran bawah sadar klien untuk mengubah persepsi klien yang merasa jika “latah itu menyenangkan”. Dengan cara mengubah persepsi tersebut, maka kebiasaan latah akan hilang selamanya. (*)
Mengapa Latah Banyak Melanda Kalangan Artis?
DALAM istilah bahasa Indonesia, pengertian latah lebih banyak mengandung unsur konotatifnya dibanding unsur denotatifnya. Sedikit sekali menemukan kata latah yang punya makna positif. Paling-paling makna positifnya kalau dihubungkan dengan meniru sesuatu yang baik atau modern untuk perbaikan, pengembangan, dan pembangunan. Misalnya, kalimat, “Artis-artis latah mendaftar caleg (Calon Legislator).” Biarpun kesannya positif, tetap saja terkandung makna negatif yakni makna meniru-niru atau ikut-ikutan.
Yang menarik, timbul pertanyaan mengapa latah lebih banyak ditemukan di dunia entertainment? Coba perhatikan, begitu banyak pekerja di dunia hiburan, baik itu pelawak, presenter, komedian, pesinetron dan semacamnya yang awalnya normal-normal saja, tiba-tiba ketularan latah? Bahkan manajer, make up artis, hair stylist, orang produksi, bahkan sampai sopirnya artis sekalipun mudah ketularan!
Anehnya, orang yang bergaya sok latah itu akhirnya jadi cepat sekali terkenal lantaran bisa jadi bahan ledekan dan tertawaan. Ditambah bentuk fisik yang rada unik, seorang penderita latah acapkali malah ditawari berbagai rumah produksi untuk memerankan lelakon komedi di sinetron atau film. Padahal latah kerap disebut sebagai budaya keterbelakangan? Sebuah teori bahkan menyebutkan kalau budaya latah biasanya diderita oleh kalangan berpendidikan rendah, dan ekonomi lemah. Jadi apa manfaatnya ikut-ikutan latah?(*)






ingin sembuh dari latah caranya mudah mesti dibarengi dengan niat dan terapi latah hub ayuheryanto hp. 081213373775 tidak ada perubahan money back guarantee paket sampai sembuh. mudah mudahan info ini bermanfaat bagi orang - orang yang ingin sembuh dari latahnya separah apapun. kalau belum coba tidak tahu hasilnya. trim’s
Mas Agung piye kabare, sukses selalu ya