Anak Terlantar Dipelihara Negara, Apa Iya?
Nyatanya Anak Terlantar di Mana-mana
DULU, waktu kita masih sekolah di SD, Guru
PMP (Pendidikan Moral Pancasila) selalu
mengharuskan murid-muridnya menghafalkan
pasal-pasal dalam UUD ‘45.
Nah, salah satu bunyi pasal UUD 45 yang paling
populer adalah, “Fakir miskin dan anak-anak
terlantar dipelihara oleh negara….”
Hayo, mana nih janji pemerintah kita?
Coba lihat tuh, di dalam gerbong Kereta Rel Listrik
(KRL) Tanah Abang - Abang Serpong, tiap hari
kita lihat anak-anak kecil mengais rejeki dari
tukang sapu di lorong-lorong gerbong kereta.
Yah, biar gerbongnya bersih, tetep aja anak-
anak pura-pura sibuk menyapu gerbong dengan
harapan mendapat belas kasihan. Menyapunya
pakai gaya ’suster ngesot’. Ya rada-rada jongkok
kadang-kadang juga ngesot di lantai. Kasihan
anak-anak ya?
Harusnya mereka sekolah sama teman-temannya,
menatap hari depan, tapi mengais rezeki dengan
cara kayak gini. Mereka beradu cepat mendapat
belas kasihan, bersaing dengan pengemis, dan
pengamen. Yang namanya pengamen, buaanyak
banget!
Duh, negeriku, Indonesiaku. Kapan janji “memelihara
fakir miskin dan anak-anak terlantar jadi kenyataan
ya?


itulah UU di endonesa
____________salam kenal, mas, trim udah mampir di blog saya, sukses…!!!
iya tuch, pemerintah cuman omong doank
Mas kalimat UUD kurang lengkap, ini versi lengkapnya
“Anak-Anak Terlantar dipelihara oleh negara, jika masih ada kelebihan uang.”
soale uange dipake menghidupi anak-anak para pejabat yang bangsat, sok, dan kapitalis.