Random header image... Refresh for more!

Nama Anak Menentukan Masa Depannya

Ayu Azhari

Hormati Suami Lewat Nama Anak


ENTAH apa yang ada dalam pikiran aktris senior cantik Ayu Azhari saat memberikan nama untuk anak keenamnya. Bayi laki-laki dari suami ketiganya diberi nama Lennon Tramp. Apakah nama ini penggabungan dari nama penyanyi legendaris John Lennon dan suaminya Mike Tramp?

Atau nama ini seakan menyiratkan keinginan Ayu dan suami yang berharap anaknya bisa menjadi penyanyi terkenal? Hanya Ayu dan Mike yang bisa menjawabnya.

“Kalau jawaban jelasnya ya hanya Ayu dan suaminya yang bisa memberikan. Saya hanya menerima kabar lewat SMS bahwa anak keenam Ayu diberi nama Lenon Tramp,” ungkap kuasa hukum langganan keluarga besar Azhari, Secarpiandy SH, ketika ditemui Persda Network di ruang serbaguna Departemen Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/10) lalu.

Secar, begitu Secarpiandy biasa disapa, menyebutkan kalau kabar tentang kelahiran anak Ayu diterimanya lewat SMS. Mulai dari proses melahirkan yang dilakukan melalui operasi ceasar. Ayu melahirkan anak keenamnya di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat. Lennon Tramp lahir bertepatan dengan malam 17 Ramadhan 1429 H lalu. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 56 cm.
“Rencananya, Ayu akan kembali ke sini (Jakarta) akhir bulan ini. Itu yang dia katakan kepada saya. Tapi enggak tahu juga ya kalau ada perubahan? Terakhir Ayu hanya berpesan agar dia didoakan supaya cepat pulih,” katanya.

Sebelumnya, terkait pemberian nama Lennon Tramp, adik kandung Ayu Azhari, Rahma Azhari juga tidak ingin berspekulasi. Rahma malah balik bertanya saat disinggung tentang penamaan tersebut. “Masa sih? Ya mungkin saja,” ujar Rahma singkat. Rahma menambahkan kalau keluarga Azhari yang ada di Indonesia ikut merasa bahagia dengan kelahiran anak Ayu.

Sebuah foto dari Lennon Tramp telah diterima Rahma Cs. “Bayinya lucu,” imbuhnya. Saat masih lajang, Ayu Azhari beserta adik-adiknya membanggakan nama belakang ‘Azhari’ yang dicomot dari nama ayah mereka. Setelah menikah, giliran nama ‘Tramp’ (nama belakang suaminya, Mike Tramp) yang dibanggakan Ayu.(mun)

Cara Ayu Menghormati Suaminya

Beda Suami, Beda Nama Belakang


MENELUSURI pemberian nama anak-anaknya, dua dari tiga anak Ayu Azhari sebelumnya selalu diikuti nama belakang suami. Pertama, perempuan kelahiran 19 November 1969 itu melahirkan Axel Gondokusumo dari buah pernikahannya dengan Djody Gondokusumo. Kemudian anak pertamannya dari Mike Tramp juga mengambil nama belakang vokalis grup musik White Lion tersebut. Isabelle Tramp begitu nama anak kelima Ayu.
Sementara itu, nama tiga anak Ayu dari pernikahan keduanya, yaitu dengan Teemu Yusuf Ibrahim, diwarnai dengan nuansa Islam.  Anak pertama dari Teemu, yang adalah anak kedua Ayu, diberi nama Sean Azad. Lalu disusul Mariam Nur Al Iman. Dan terakhir Sulaiman Atiq.
Dengan melihat penamaan tersebut tampak bahwa Ayu kembali menamai anaknya dengan mengambil nama belakang sang suami. Apakah ini upaya Ayu untuk menghargai suaminya? Atau memang sudah menjadi budaya di dalam rumah tangga yang kini sedang dibinanya?

Pertimbangan Memberi Nama Anak

Sebaiknya Jangan ‘Nama Pasaran’

ANNA Mariani Kartasamita, penulis Lembaga Kajian Dakwatuna (LKD), menyebutkan para ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang diberikan orangtua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana cara orang menilai diri si pemilik nama. Menurut Anna, banyak alasan dan pertimbangan para orangtua dalam memilihkan nama anak.
“Ada yang menyukai anaknya memiliki nama yang unik dan tidak `pasaran’. Mungkin mereka tidak suka membayangkan ketika nama anaknya dipanggil di depan kelas, ternyata ada lima orang anak yang maju karena kebetulan namanya sama,” ungkap Anna.

Ada yang lebih suka anaknya memiliki nama yang singkat dan mudah diingat. Orangtua seperti ini akan beralasan, toh nanti anakku akan dipanggil dengan nama bapaknya di belakang namanya. “Walaupun pernah kejadian orang Indonesia yang diharuskan mengisi suatu formulir di negara Eropa agak kebingungan karena diharuskan mengisi kolom nama keluarga. Padahal sebagaimana juga kebanyakan orang Indonesia, nama yang ada di kartu indentitasnya hanya nama tunggal, tanpa nama keluarga atau bin serta binti,” tambahnya.
Anna melanjutkan, beberapa orangtua lain memilihkan nama yang megah untuk buah hati mereka. Sementara bagi kalangan tertentu ada kepercayaan jika anak `keberatan nama’ nanti bisa sakit-sakitan. Sebagian orang ada yang menganggap nama sebagai sesuatu yang biasa, sekedar identitas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ada lagi yang memilihkan nama untuk anaknya berdasarkan rasa penghargaan terhadap seseorang yang dianggap telah berjasa atau dikagumi.

“Sebagai orangtua, kita perlu tahu makna dari sebuah nama dan mempertimbangkan yang terbaik untuk anak kita. Bayangkan bahwa anak kita akan menyandang nama tersebut sejak tertulis di akte kelahiran, hingga di hari akhir nanti,” tegas Anna.

Nama Mempengaruhi Kepribadian

Nama Panggilan Jangan Kacaukan Nama Asli


Anna menuturkan, orangtua seharusnya berusaha memberikan sebutan nama yang baik, indah dan disenangi anak, karena nama seperti itu dapat membuat mereka memiliki kepribadian yang baik, memumbuhkan rasa cinta dan menghormati diri sendiri. Kemudian mereka kelak akan terbiasa dengan akhlak yang mulia saat berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya.

“Anak juga perlu mengetahui dan paham tentang arti namanya. Pemahaman yang baik terhadap nama mereka akan menimbulkan perasaan memiliki, perasaan nyaman, bangga dan perasaan bahwa dirinya berharga,” katanya.

Bagi lingkungan keluarga, adalah hal yang penting untuk menjaga agar nama anak-anak mereka disebut dan diucapkan dengan baik pula. Sebab ada kebiasaan dalam masyarakat kita yang suka mengubah nama anak dengan panggilan, julukan, atau nama kecil. Sayangnya nama panggilan ini terkadang malah mengacaukan nama aslinya. Nama panggilan ini terkadang selain tidak bermakna kebaikan juga bisa mengandung pelecehan.

Misalnya nama Agus dipanggil Kentus, nama Bondan dipanggil Bogel, atau nama Bambang dipanggil Belang. “Masalah kayak gini ini kadang terjadi karena nama anak terlalu sulit dilafalkan, baik oleh orang-orang di sekitarnya bahkan bagi sang anak sendiri,” imbuh Anna.

Bikin Nama Jangan Susah-Susah

Hindari Nama Yang Sulit Diucapkan
NAMA yang unik dan berbeda apalagi megah, mungkin memiliki keuntungan tersendiri. Namun nama yang demikian dapat menyebabkan beberapa masalah. Nama yang sulit diucapkan dapat membuat orang-orang sering salah mengucapkan atau menuliskannya.

Anna Mariani Kartasamita, penulis Lembaga Kajian Dakwatuna (LKD),  menyebutkan ada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang sering memberikan penilaian negatif pada seseorang yang memiliki nama yang aneh atau tidak biasa. Penelitian itu dilakukan Dr. Albert Mehrabian, PhD.

“Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana sebuah nama mengubah persepsi orang lain tentang moral, keceriaan, kesuksesan, bahkan maskulinitas dan feminitas,” ujar Anna. Menurutnya, dalam pergaulan anak yang memiliki nama yang tidak biasa mungkin akan mengalami masa-masa diledek atau diganggu oleh teman-temannya.

Hal itu dikarenakan namanya dianggap aneh. Pernah mendengar ada seseorang yang bernama Rahayu ternyata seorang laki-laki?
Anna menyebutkan jika ingin menamai anak dengan nama orang lain, ada baiknya memilih nama orang yang sudah meninggal dunia dan telah terbukti kebaikannya. Jika orang tersebut masih hidup, dikhawatirkan suatu saat orang tersebut berubah atau mengalami kehidupan yang tercela.

Sudah banyak contoh orang-orang yang pada sebagian hidupnya dianggap sebagai orang besar, ternyata di kemudian hari atau di akhir hayatnya digolongkan sebagai orang yang banyak dicela masyarakat. “Kita harus menjaga jangan sampai anak kita menanggung malu karena suatu saat dirinya diasosiasikan dengan orang yang kelakuannya tidak terpuji,” katanya.

Pilihan Terbaik Nama Anak

‘Meminjam’ Nama Tokoh Besar Atau Yang Agamis


DALAM upaya memberikan nama terbaik untuk anak, orang tua melakukan berbagai pilihan pencarian nama. Dahulu, seorang calon ibu sempat terinspirasi ketika melihat nama-nama calon mahasiswa yang terjaring SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) atau dulu dikenal dengan sebutan UMPTN.

Ada pula yang terinspirasi dari nama-nama bulan seperti yang tercantum dalam kalender. Sejumlah peristiwa, yang terjadi saat kelahiran anak, juga dimanfaatkan sebagai inspirasi dalam penamaan.

Dan tidak terlupakan, nama-nama seorang tokoh besar hampir selalu menjadi inspirasi untuk sebuah nama terbaik. Ada juga yang mencari inspirasi dari membaca buku-buku agama, nama-nama nabi dan rasul atau istilah-istilah bagus dalam kitab suci.

Ibu-ibu yang melihat lembaran koran pengumuman SPMB menganggap banyak sekali variasi nama bagus yang bisa dicontoh. Dengan penamaan seperti ini, para ibu berharap bahwa kelak suatu ketika anaknya bisa sukses seperti anak-anak yang terjaring dalam SPMB itu.

Sementara itu, nama-nama bulan menjadi moment yang pas untuk mengingat waktu kelahiran anak. Contohnya saja nama Januar atau Febi yang mengidentikan anak lahir di bulan Januari atau Februari. Ada juga Agus yang bisa dipastikan lahir di bulan Agustus serta Novin yang lahir di bulan November.

Gempa bumi termasuk salah satu peristiwa yang dikaitkan dalam pemberian nama anak. Misalnya, karena begitu gembira setelah anaknya lahir dengan selamat di tengah gempa bumi yang dahsyat, orang tua memberikan nama anaknya dengan sebutan Selamet. Nama-nama unik lainnya berkait dengan peristiwa lain juga menginspirasikan pemberian nama anak.

Lebih lanjut, pentolan grup musik Dewa, Ahmad Dhani termasuk orang yang memberikan nama anak-anaknya dengan aroma tokoh-tokoh besar keagamaan. Mengacu ke beberapa nama tokoh sufi, Dhani menamai ketiga putranya dengan cukup unik. Mereka antara lain El Jalaluddin Rumi, Abdul Qodir Jaelani, dan Ahmad Al Gazali.

Nama terbaik, unik, dan bermakna adalah hak bagi anak-anak Anda. Nama bagus memberikan penanda yang baik, mengandung unsur doa dan harapan yang baik pula. Untuk itu memberikan nama unik, indah, dan memiliki makna bisa diperoleh dari mana saja. Apakah itu lembaran SPMB, bulan, peristiwa, tokoh besar atau pun buku kumpulan nama bayi dan variasi rangkaiannya yang banyak tersebar di toko buku.

Tips Memilih Nama Anak

MEMBERIKAN nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Berikut beberapa tips dalam memilih nama anak :

1. Nama itu mengandung doa
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung doa. Tetapi tentunya doa yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang “Amiiin..”

2. Nama jangan menyusahkan
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus, usahakan jangan memakai huruf mati yang digandeng-gandengkan atau ganda. Misalnya Lloyd, Nikky, Thasya, dan lain sebagainya. Nama-nama itu biasanya merepotkan petugas Kelurahan sehingga kerap terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP, dan lain-lain. Susahnya lagi, kita tidak enak minta untuk direvisi karena biasanya kena biaya lagi dan proses yang cukup lama.

3. Jangan hanya satu kata
Setidaknya nama terdiri dari nama depan, nama kecil, dan nama keluarga. Hal ini penting terutama ketika mengurus paspor atau visa. Di sejumlah kasus, seseorang sempat batal berangkat ke luar negeri hanya gara-gara namanya. Contohnya, nama yang hanya berupa Prakoso, Pamuji, Paryono atau Sunarto.

4. Jangan terlalu panjang
Nama yang panjang bisa berbuah kesusahan. Disamping susah untuk mengingatnya, juga merepotkan waktu mengisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN).

5. Nama anak bersifat internasional
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan
dunia internasional amat sangat intens. Upayakan tidak mempersulit anak dengan
nama-nama yang sulit dieja. Nama Saklitinov misalnya. Nama ini memiliki beberapa lafalan. Orang Jepang menyebutnya dengan Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop, atau orang Amerika melafalkannya dengan Sechlaytinove. Padahal maksudnya cukup mudah yaitu Sabtu Kliwon Tiga November.

6. Ketahuilah arti nama anak
Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulis. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalau ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu
artinya Orang Utan.

7.Jangan pakai nama artis
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik. Tapi kalau jadi bahan gosip melulu kan jadi beban juga buat si anak. Lagi pula pakai nama artis itu tandanya anda tidak kreatif dalam membuat nama.

8. Abjad huruf pertama nama anak
Huruf pertama “A” pada nama anak ada enaknya dan juga tidak. Apesnya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Kita jadi enggak sempat nanya-nanya sama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian sesuatu, enaknya bisa lebih dulu. Sebaiknya ambil huruf pertama nama anak dari abjad antara D sampai K. Huruf depan Z juga cukup merepotkan seperti halnya huruf A.

9. Jangan Sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Harus diingat, Anda lahir di bumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, baik itu anaknya mau pun sang orang tua.

5 Responses to “Nama Anak Menentukan Masa Depannya”

  1. sari hidayati prijanto says:

    Alhamdulillah nama anak kami pas seperti tips diatas… yaitu dimulai dengan huruf K, tidak dobel konsonan, tidak kebarad-barad tan… dll…. padahal itu kasih nama tidak sengaja…

    Krisna, diberikan karena bapaknya terdesak oleh pembuatan akte di rumah sakit, waktu itu suster sudah menanyakan terus… dan kebetulan TV di ruang rawat inap maenayangkan Baratayuda, kebetulan juga masa kecil kami senang sekali membaca bonus “Ananda” yang waktu itu tetang pewayangan.. dan Krisna adalah tokkoh yang sangat dibutuhkan negeri ini, ahli negoisasi dan strategi, Serta memiliki tingkat spiritual tinggi…

    Sedangkan Hafara, merupakan kependekkan dari “Hadza min Fadli Robbi” yang artinya kurang lebih,”Semua berkat kemurahan hati Tuhan kami” ditemukan di bukunya Cak Nun, ‘Gelandangan di Negeri Sendiri”. Maksud kami hafara ini adalah ungkapan syukur atas nikmat karunia Allah selama kepada kami…

    nah yang terakhir Priyanto, karena nama bapaknya jd kalo ke LN tdk bingung nulis family name… hehehe…

    mungkin komentar itu aja…..selebihnya saya suka warna dasar web yaitu biru merupakan warna favorit saya…

    salam
    shp

  2. Matur nuwun Mbak Sari atas komentarnya. Emang Krisna tumbuh kembang sesuai namanya.
    Jadi anak yang pinter cari duit kayak bapak ibuknya. Dan juga, ganteng kayak Omnya yang
    pernah gendong-gendong di Taman Safari. He h eheeee…

  3. Yudas T. Sahku says:

    Trims. Topik yang bagus dan berguna. Soal Nama Anak ada pengaruh trend juga. Saat ini (th. 2000an) nama anak dengan aksen arab sangat disukai oleh yang beragama Islam. Sebaliknya yang non-Islam terutama kristen lebih suka nama barat.
    Benar, menurut anda, bahwa nama yang baik ada pengaruhnya terhadap kejiwaan sianak. Nama anak saya Lisia Astari Pertiwi. Lisia…..ada suasana China, karena ibunya cina. Astari……dari kata Star/bintang. Pertiwi…… supaya dia mencintai Ibu Pertiwi alias mencintai Indonesia.
    Syalom.

  4. Yanti Christ says:

    wallah…..Sari nem arek ndeso Ponorogo…..melu komentar. Nama tuh ya terserah Ortunya toh mas…. Terdengar kebarat-baratan…..so what gitu loch ? Lha nama berbau Timur Tengah…..ya terserah yang kasih nama. Gak usah jengah dengan nama “Muhammad Abdul Kadir Munsyi”…..mak bedengus orangnya kecil pendek bermuka komik dengan jenggot yang dipanjangin,,,,,, walau cuma beberapa helai saja. Yah kita hormati eksistensinya……orang Melayu….kan bulunya jarang2……persis kang Slamet bojone Si Sarinem kuwi…..
    Indonesia (jangan lupa INDO) artinya percampuran berbagai kebiudayaan-agama-tradisi- dan sejarah panjang peradaban. Ada pengaruh Sansekertanya (Hindu-Budha- dan Sinkretisme diantara keduanya), Barat (yg berakar Greco-Romawi-Kristen, Timur Tengah (Yahudi-Kristen- Islam), Timur Jauh (Cina-Jepang), Kultur setempat (Trinil-Ngandong - yang Katrok2lah). Kombinasi diantara kesemuanya itu…….itulah INDONESIA, Jadi ok-ok aja…..mau dianmai apa anaknya……… Kalau anak itu tidak suka akan nama pemberian ortunya, kan bisa ganti nama dgn keputusan hakim di Pengadilan…….iya toh ? Ya tentu toh yang muslim namanya berbau Arab/Timteng. Yang Kristen dekat dengan nama baptis (yg umumnya dilafalkan dengan nama Inggris/Latin/Yunani. Tapi juga nggak perlu alergi dengan nama2 Yahudi……lha Daud, Salomo, Abraham/Ibrahim, Musa tuh kan nama2 Nabi Yahudi….yang juga sering dipakai saudara2 Muslim…….ora apa-apa toh ??? SEMUA MANUSIA DI MATA PENCIPTANYA SAMA……
    Jadi Sarinem nggak usah belagu ah…….Aku ngerti kartumu…….cah kriting untune…..

  5. Saya kurang setuju kalo nama luar negeri utamanya eropa dia anggap SOK KEBARAT BARATAN, sah2 aja orang mengacu pada hal tersebut mengambil dari luar negeri, Apa bedanya dgn nama berbau ke Arab-arab an yg juga notabenenya luar negeri. Masalah persepsi aja lah, ga semua orang menganggap hal itu SOK.
    Acuan nama indonesia seperti apa? bau2 arab?

Leave a Reply