Random header image... Refresh for more!

Memaksimalkan Kualitas Kamera Ponsel

BEGITU banyak orang yang hobi dalam bidang potret-memotret (fotografi), namun tidak telaten dengan repotnya membawa perangkat kamera yang bobotnya cukup berat itu kemana-mana. Selain berisiko lenyap digasak orang, membawa perangkat kamera kemana-mana pergi tentu juga dikhawatirkan rusak lantaran terbentur-bentur.

Menyadari risiko itu, aktor Surya Saputra melampiaskan
kegemarannya dalam bidang fotografi dengan bermain-main membidik sasaran lewat kamera ponsel (handphone). Memang, banyak orang meragukan kualitas gambar hasil jepretan kamera ponsel. Namun suami penyanyi Cintya Lamusu ini berusaha belajar mengotak-atik teknik memaksimalkan jepretan kamera ponsel dengan teknik-teknik tertentu.

“Asal tahu tekniknya, hasilnya nggak jelek-jelek amat kok.
Lumayan bagus, bahkan kalau dicetak gambarnya cukup bagus,” kata Surya Saputra. Tak heran, kalau Surya Saputra mengabadikan momen-momen indah saat berbulan madu bersama Cintya Lamusu dengan kamera ponsel andalannya.

Dengan kamera ponsel, mantan suami Dewi Sandra itu merasakan kepraktisan. Sebab perangkat ini cukup dikantongi di saku celana saja, sama sekali tak merepotkan. Tentu karena tujuannya tidak hanya untuk memanggil dan mengirim SMS, Surya Saputra memilih ponsel berkamera tidak sembarangan.

Begitu banyak merek ponsel yang dilengkapi kamera, tapi kualitasnya
asal-asalan lantaran cuma sebagai aksesoris pelengkap. Nah, Surya Saputra tentu tak mau ponsel seperti itu. Yang dia pilih tentu ponsel yang dilengkapi kamera berkualitas sama dengan perangkat kamera beneran.

“Sekarang kan eranya serba digital. Jadi saya kira produk-produk
ponsel bersaing, melengkapi diri dengan kamera berkualitas bagus,” imbuh
aktor yang aktingnya cukup gemilang di film laris Ayat-Ayat Cinta ini.

Foto Ponsel Nggak Oke, Siapa Bilang?

PONSEL berkamera, tentunya sudah tidak asing lagi bagi para penikmat
teknologi. Semakin hari semakin banyak saja orang yang memiliki ponsel
berkamera. Beragam model dari yang harganya tidak terlalu mahal hingga
yang bergaya jetset dapat kita temukan dipasaran. Perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat kita mampu menghasilkan foto dari kamera ponsel
layaknya foto grafer profesional. Namun untuk mendapatkan semuanya itu ada tips-tips khusus yaitu :

1. Gunakan resolusi paling tinggi
Semakin tinggi resolusi yang digunakan, semakin tajam dan jernih hasil
yang kita dapatkan. Tips ini akan sangat manjur bagi kamera dibawah 1
megapixel.

2. Cahaya yang cukup pada obyek
Semakin terang cahaya yang ditimpakan pada obyek, tentu akan semakin
jelas kekuatan cahaya yang berbeda, akan menimbulkan kesan dan warna yang berbeda.

3. Jangan gunakan zoom digital.
Kadang, untuk memperbesar ukuran obyek kita melakukan zooming (
perbesaran ) namun dengan zooming secara digital akan mengurangi hasil
jepretan kita.

4. Bertahanlah agak lama
Saat anda melakukan ” klik ” , tahanlah dalam jangka waktu agak lama,
sekitar 3-5 detik. hal ini akan membantu umunya pada momen kurang cahaya dan membuat obyek tidak kabur.

5. Bermain-mainlah dengan white balance
Jika pada ponsel anda memiliki setting white balance mulailah
bereksperimen dengan menaik-turunkan ukuran white balance. Hasil jepretan akan memiliki sentuhan yang berbeda setelah anda meamnfaatkan fasilitas ini.

6. Gunakan PC
Komputer adalah teman terbaik bagi ponsel anda. Apabila hasil jepretan
kita belum memuaskan, kita dapat menghias kembali hasil jepretan dengan bantuan software editing gambar seperti photoshop, coral, ataupun yang sejenisnya. Semakin anda berani berekspresi, berkreasi imaginasi akan semakin tercipta.

Tentukan Tujuan Memotret

KUALITAS foto sebenarnya tidak melulu tergantung pada kualitas perangkat memotret, namun pada teknik pemotretannya. Nah, sebelum memotret, tentukan dulu tujuan memotretnya itu untuk apa? Jadi mau memotret pakai kamera beneran atau kamera ponsel itu sebenarnya tidak terlalu menentukan

kualitas gambar.
Misalnya kalau sekedar untuk mendokumentasikan kegiatan, kirim
email atau nge-blog, sebuah kamera handphone dengan resolusi 2 mega pixel sudah memadai. Handphone Nokia N73 malah mempunyai resolusi 3.2MP yang hasilnya bisa dicetak hingga ukuran 5R (20X15cm). Jadi kalau sudah cukup dengan sebuah kamera handphone, buat apa membeli kamera digital lagi?
Tetep mau beli? Okelah, coba jawab lagi pertanyaan ini: Dalam
seminggu berapa kali kira-kira kamera itu akan dipergunakan? Seminggu
sekali? Silakan beli. Tapi kalau hanya dipakai sekali-kali atau gara-gara
anda hanya ingin ngejreng, lebih baik pakai saja kamera ponsel. Resolusi
kamera bukanlah segalanya. Jangan tertipu iklan kamera yang menonjolkan jumlah mega pixel yang besar. Sebesar apapun resolusi kamera digital sensor yang digunakannya tetap belum bisa mengalahkan kamera digital SLR.

Belum lagi faktor effective pixel yang ditangkap kamera dalam merekam
gambar. Gini, sebuah kamera dengan jumlah pixel 1 juta contohnya, harus menyisakan sebagian jumlah pixelnya untuk keperluan pengaturan warna.

Jadi tidak semua pixel digunakan untuk merekam gambar. Dunia kamera digital adalah langit tanpa batas. Sekali memasukinya, bersiaplah untuk tergiur dengan tawaran berbagai lensa serta berbagai aksesorisnya. Sebuah digital back yang bisa dipegang dengan sebelah tangan harganya sama dengan sebuah mobil sedan Jepang yang masih
gress. Fotografi adalah hobi mahal, syukur anda bisa mendapatkan uang
dari hobi itu Kita harus menguasai teknologi yang ada di kamera, bukan sebaliknya. Jadi rugi bila punya kamera digital SLR lalu memilih pengaturan serba otomatis hingga anda tinggal jepret. Bukannya tidak boleh, dalam kondisi tertentu memang disarankan, tapi kita harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada karena itu tujuannya.

Banyak situs fotografi untuk memperoleh informasi tentang
fotografi, tapi sebaiknya juga berkonsultasi dengan teman-teman yang
sudah lama berkecimpung dalam fotografi digital.

Sesuaikan Dengan Kondisi Pencahayaan

TIDAK seperti kamera dengan film 35mm atau kamera digital yang punya
setting manual, kamera dari ponsel mayoritas tidak dilengkapi dengan
kontrol yang melimpah untuk melakukan manipulasi pada lensa guna
menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan. Dengan dasar tersebut, maka Anda

harus melakukan suatu penyesuaian tersendiri untuk menghadapi kondisi
pencahayaan yang tidak ideal. Caranya? Berikut kiat-kiatnya:

-Hindari cahaya yang kurang

Kamera ponsel secara otomatis akan menyesuaikan kecepatan shutter
berdasarkan jumlah cahaya yang tersedia, karena itu sulit untuk menangkap gambar secara detail pada lingkungan dengan pencahayaan rendah. Mengambi foto pada lingkung yang lebih bercahaya akan meningkatkan kecepatan shutter dan hasilnya hasil foto akan lebih tajam. Prinsipnya di sini yaitu semakin banyak cahaya yang tersedia, makin tajam pula foto yang dihasilkan. Bahkan pada ponsel yang dilengkapi dengan flash akan hanya sedikit membantu karena jangkuannya hanya sekitar 60-90 cm, dibandingkan
dengan jangkauan 3 sampai 4,5 meter yang dihasilkan oleh kamera digital
kelas menengah.

-Sesuaikan level brightness

Jika gambar yang tampak pada layar ponsel Anda tampak terlalu gelap atau terang, coba atur level brightness sebelum melakukan pemotretan. Sambil melakukan pengaturan, Anda langsung bisa melihat perbedaannya pada layar, terutama ketika sedang mengambil gambar dari objek dengan elemen yang berwarna cerah.

-Mengatur white balance
Pada beberapa kasus, bukan hanya pencahayaan cukup yang perlu
diperhatikan tapi juga seperti apa tipe cahaya yang didapat. Dalam hal
ini, penyesuaian white balance dapat meningkatkan kualitas hasil foto
Anda. Fotografer berpengalaman akan menggunakan kartu putih polos dan

abu-abu untuk membantu menentukan white balance. Tapi tidak semua orang punya niat dan waktu untuk melakukan prosedur semacam ini. Untuk itu, Anda tinggal memastikan pengaturan white balance ke Auto. Tetapi jika setting tidak begitu bekerja dengan baik pada kondisi pencahayaan tertentu, Anda dapat melakukan teknik yang sama seperti yang dilakukan para profesional, yakni:
a Tempatkan selembar kertas atau kartu berwarna putih di depan Anda.
b Masuk ke dalam mode pengambilan foto.
c Lihatlah kertas atau kartu putih itu melalui layar.
d Jika kertas atau kartu tersebut nampak melenceng dari warnanya (misal terlalu kuning atau merah), masuk ke setting white-balance ponsel Anda, atur sampai kertas atau kartu itu nampak seputih mungkin.

-Hindari cahaya dari depan

Sebelum mengambil foto, lihatlah dulu dari mana sumber cahaya datang.
Ketika sumber cahaya ada di belakang objek foto Anda, maka bidikan Anda akan terlihat terlalu gelap, hampir seperti sebuah siluet. Kamera dengan pengaturan lampu flash yang cukup dapat mengatasi hal ini, tetapi kamera ponsel bahkan yang dilengkapi dengan lampu flash, tidak punya fasilitas itu. Kecuali kalau memang tujuannya agar objek Anda nampak seperti siluet, yang paling bagus mengambil posisi di mana cahaya datang dari belakang Anda, bukan objek Anda.

-Mendekatlah ke objek

Kamera ponsel menggunakan lensa dengan fokus yang tetap, dan panjang fokus (jarak antara titik tengah optik dari lensa dan tempat di mana gambar dapat diambil secara fokus) yang sangat pendek. Sebagai contoh untuk LG VX6000 punya panjang fokus 3,3mm, sedangkan pada kamera dengan lensa 35mm, punya panjang fokus 50mm. Hal ini berarti pada kamera ponsel tetap dapat menangkap gambar dalam jangkauan yang luas tapi tidak bisa tajam. Jika objek terlalu jauh, makan akan terlihat sangat kecil. Paling bagus jika objek yang Anda bidik sekitar 90-120 cm di depan kamera ponsel Anda.

Mengenal Fitur-Fitur Kamera Ponsel

-Mode Sequence
Ini adalah fitur untuk memotret secara beruntun sebanyak lebih dari satu
kali. Foto akan disimpan dalam satu file.

-Selftimer
Merupakan fitur untuk memotret otomatis, dengan pengaturan waktu
tertentu.

-Settings
Di menu ini pengguna bisa mengubah Image Quality (kualitas foto),
pengiriman foto ke tempat penyimpanan, hingga memilih suara ketika sedang capture foto.

-Shooting Mode
Biasa disebut mode perekaman memberi beberapa opsi seperti Automatic
(tanpa pengaturan), User (pengaturan sesuai pengguna), Close-up Mode
(untuk close up), Landscape (untuk merekam jarak lebar dan jauh), Night
(ideal untuk pemotretan malam dan cahaya minim), Night Portrait
(untuk pemotretan obyek dekat saat minim cahaya).

-White Balance
Mode untuk penyesuaian terhadap kondisi cahaya. antara lain memberi
pilihan seperti Automatic (pemotretan otomatis), Sunny (kondisi cahaya
terang benderang), Cloudy (mendung), Incandescent (cahaya berasal dari lampu biasa), dan Flourescent (sumber cahaya berasal dari lampu
neon/flourescent).

-Exposure Value
Digunakan untuk mengatur tingkat kerapatan cahaya, nilainya umumnya
antara 2.0 hingga -2.0.

-Colour Tone
Merupakan pilihan untuk menggunakan pewarnaan foto. Pilihannya antara
lain Normal (warna biasa sesuai dengan obyek), Sepia (memberi efek sephia seperti klasik), Black&White (untuk membuat efek hitam putih), dan Negative (seperti efek foto negatif/klise).

-Edit
Merupakan fasilitas tambahan yang dapat digunakan untuk meng-adjust
kontras, brightness, dan hal lain. Juga biasanya dilengkapi oleh fitur
tambahan seperti pigura, teks, ikon, sehingga foto tampil lebih menarik.

1 Response to “Memaksimalkan Kualitas Kamera Ponsel”

  1. Viva Obama!

Leave a Reply